Langsung ke konten utama

Bulan menjenguk cahaya

Bulan menjenguk cahaya
Zaman mengharap alam
Kubur menjemput dunia
Geloro menuai sepi
Alir menuju hulu
Tanah menggapai langit
Buah balik ke kuntum
Lapuk rindu ke sasar
Terbalik ke arah
Terkisar ke bawah
Tertaruk ke gantung
Tersalah ini tak sudah
Bak harap tak kunjung usai
Bismillah ku pangkali
Di awal dan akhir
Maka mati jua
Penyudahannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diksi Kata 'hias'

Mohon perhatian!!! ..... ......... ......... ....... Meski atau walau bagaimana pun, aktifitas seni berkesenian harus terjadi. Maka ada satu dari sikit soal yang perlu tuntas. Atas sebab karena Gallery Hang Nadim hendak menaja Pameran Ragam Hias, setelah usai pameran komik Yong Dollah. Maka, saya perlu ingatkan, sebagaimana pentingnya peringatan atas covid19. Mengingatkan; kaum akademik dengan wilayah kerja menyelesaikan tugas tugas memajukan dan mengembangkan kebudayaan, khususnya Bahasa Indonesia. Bahwasanya; "Mohon segera (pasal urgentie), untuk memberi arti atas diksi kata 'hias' yang lowong makna. Maksud; supaya selesai kerja tuan tuan menyusun KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sebab; dunia nak kiamat, kamus bahasa Indonesia dan Melayu kenapa belum selamat? Soal perlunya pemaknaan diksi kata "hias" dalam KBBI pernah saya sampaikan pada seminar ragam hias di Gedung Budaya Pekanbaru (2016) Mohon beri konfirmasi segera. Sebab kami pengurus G

Cakap Sakai

Cakap Sakai. Lucu menghibur citonyo. ..... ...... .... "Lungun amek nak makan boeh ladang. Mak klian tau?! Elok Bagan naun poi ca-i leh. Bialah awak poi moncai, kok ontah apo apo kojo awak. Bialah Moli boeh. Ca-i ko kilang tu. Ku tolok do. Iko ti Kojo momandak umuo ko!!!"